Kualitas Semen Cair Sapi Peranakan Ongole Menggunakan Pengencer CEP-3 Kuning Telur pada Media Simpan yang Berbeda

Risky Amalia Rosary, Kuswati Kuswati, Trinil Susilawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengencer CEP-3 kuning telur terhadap kualitas semen cair sapi Peranakan Ongole (PO) pada media simpan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya pada bulan Agustus sampai September 2017. Materi penelitian yang digunakan yaitu semen segar sapi Peranakan Ongole (PO) berumur 2 tahun ditampung menggunakan vagina buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan 5 perlakuan yaitu P0 (media simpan refrigerator suhu 5 oC), P1 (media simpan termos kosong suhu 28 oC), P2 (media simpan termos berisi es batu suhu 0 oC), P3 (media simpan termos berisi air es suhu 9 oC), dan P4 (media simpan termos berisi air sumur suhu 25 oC) masing-masing perlakuan menggunakan 10 ulangan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Jarak Duncan. Hasil analisis ragam pada penyimpanan hingga jam ke-8 menunjukkan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas sedangkan pada rataan persentase abnormalitas tidak nyata. Total spermatozoa motil tertinggi yaitu P0, P2, P3, P1 dan P4 tetapi tidak dapat digunakan untuk IB. Berdasarkan penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penggunaan media simpan termos belum mampu mempertahankan motilitas spermatozoa sebaik media refrigerator lebih dari 2 jam, hal ini ditunjukkan oleh perlakuan 0 (P0) dengan hasil terbaik terhadap motilitas spermatozoa selama penyimpanan pada suhu 5 oC. kualitas semen cair yang terbaik pada media simpan termos adalah dengan menggunakan termos berisi es batu suhu 0 oC (P2) 33,00 ± 4,83%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan dilakukan pengulangan penelitian menggunakan semen segar dengan motilitas > 70 % dikemas didalam dan tanpa straw.


Keywords


Sapi peranakan ongole, media simpan, kualitas semen

Full Text:


DOWNLOAD PDF

References


Bayemi, P., Leinyuy, I., Nsongka, V., Webb, E., & Ebangi, A. (2010). Viability of cattle sperm under different storage conditions in Cameroon. Tropical Animal Health and Production, 42(8), 1779–1783. https://doi.org/10.1007/s11250-010-9637-8

Bertol, M. A. F., Weiss, R. R., Thomaz-Soccol, V., Kozicki, L. E., Fujita, A. S., Abreu, R. A. de, & Green, K. T. (2013). Viability of bull spermatozoa collected from the epididymis stored at 18-20°C. Brazilian Archives of Biology and Technology, 56(5), 777–783. https://doi.org/10.1590/S1516-89132013000500008

Bunga, V., Susilawati, T., & Wahjuningsih, S. (2014). Kualitas semen sapi limousin pada pengencer yang berbeda selama pendinginan. Jurnal Ternak Tropika, 15(1), 13–20.

Costa, N., Susilawati, T., Isnaini, N., & Ihsan, M. (2016). Effect of different dilution materials usage on indonesian peranakan ongole bull sperm quality during cooling process. Indo American Journal of Pharmaceutical Sciences, 3(4), 379–385.

Ducha, N., Susilawati, T., Aulanni’am, Wahyuningsih, S., & Pangestu, M. (2012). Ultrastructure and fertilizing ability of Limousin bull sperm after storage in CEP-2 extender with and without egg yolk. Pakistan Journal of Biological Sciences : PJBS, 15(20), 979–985.

Fernandes, G. H. C., de Carvalho, P. de T. C., Serra, A. J., Crespilho, A. M., Peron, J. P. S., Rossato, C., Albertini, R. (2015). The effect of low-level laser irradiation on sperm motility, and integrity of the plasma membrane and acrosome in cryopreserved bovine sperm. Plos One, 10(3), 1–11. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0121487

Hafez, B., & Hafez, E. S. E. (Elsayed S. E. (2013). Reproduction in farm animals (7th ed.). South Carolina: Reproductive Health Kiawati Island.

Istanty, A., Salim, M., Susilawati, T., & Susilawati, T. (2017). Pengaruh penggantian bovine serum albumin (bsa) dengan putih telur dalam pengencer dasar Cep-2 terhadap kualitas semen kambing boer pada simpan dingin. TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production, 18(1), 1–9. https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2017.018.01.1

Khalifa, T., & Lymberopoulos, A. (2013). Changeability of sperm chromatin structure during liquid storage of ovine semen in milk-egg yolk- and soybean lecithin-based extenders and their relationships to field-fertility. Cell and Tissue Banking, 14(4), 687–698. https://doi.org/10.1007/s10561-012-9357-6

Mugiyati, M., Isnaini, N., Salim, M., & Susilawati, T. (2017). Pengaruh air kelapa merah yang muda dan tua sebagai pengencer terhadap kualitas semen kambing boer selama penyimpanan dingin. Journal of Tropical Animal Production, 18(1), 20–26. https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2017.018.01.4

Sholikah, N., Isnaini, N., Yekti, A. P. A., & Susilawati, T. (2016). Pengaruh penggantian Bovine Serum Albumin (BSA) dengan putih telur pada pengencer CEP-2 terhadap kualitas semen sapi Peranakan Ongole pada suhu penyimpanan 3-5oC. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(1), 7–15. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2016.026.01.2

Singh, A., Kumar, A., Honparkhe, M., Kaur, S., Kaur, H., Ghuman, S. P., & Brar, P. (2018). Comparison of in vitro and in vivo fertilizing potential of buffalo bull semen frozen in egg yolk-, soya bean lecithin- and liposome-based extenders. Reproduction in Domestic Animals, 53(1), 195–202. https://doi.org/10.1111/rda.13092

Sugulle, A., Bhuiyan, M. M., & Shamsuddin, M. (2006). Breeding soundness of bulls and the quality of their frozen semen used in cattle artificial insemination in Bangladesh. Livestock Research for Rural Development, 18(4).

Susilawati, T. (2011). Spermatology. Malang: UB Press.

Susilawati, T., Isnaini, N., Yekti, A. P. A., Nurjannah, I., Errico, E., & da costa, N. (2016). Keberhasilan inseminasi buatan menggunakan semen beku dan semen cair pada sapi Peranakan Ongole. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(3), 14–19. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2016.026.03.03



Publication ID
DOI https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.