Kualitas Spermatozoa Post Thawing Semen Beku Sperma Y Hasil Sexing Pada Sapi Limousin

Ali Mahfud, Nurul Isnaini, Aulia Puspita Anugra Yekti, Kuswati Kuswati, Trinil Susilawati

Abstract


Kualitas spermatozoa pada semen beku sexing sangat penting dalam menunjang keberhasilan inseminasi buatan untuk mendapatkan pedat dengan jenis kelamin sesuai harapan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen beku semen beku non sexing dan sexing secara makroskopis dan mikroskopis. Materi dalam penelitian menggunakan starw semen beku non sexing dan sexing dengan metode pemisahan Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll (SGDP) sapi Limousin yang diproduksi oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental dengan percobaan labolatorium (laboratory experiment). Variabel penelitian meliputi keadaan umum meliputi tahun produksi straw, secara makroskopis meliputi pH semen beku dan secara mikroskopis meliputi persentase motilitas, viabilitas, abnormalitas, konsentrasi dan total spermatozoa motil. Data yang diperoleh diolah Microsoft Excel dengan analisis Ragam Analysis of variance (Anova) single factor dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yaitu semen beku non sexing dan sexing meliputi keadaan umum diproduksi tahun 2012 dan 2018, kualitas secara makroskopis memiliki nilai pH sebesar 6,67 dan 6,60 dan kualitas secara mikroskopis memiliki persentase motilitas sebesar 36,00 % dan 31,40 %, viabilitas sebesar 81,70 % dan 75,89 %, abnormalitas sebesar 6,93 % dan 6,78 %, konsentrasi spermatozoa sebesar 31,67 juta/ mini straw dan 12,125 juta/ mini straw dan total spermatozoa motil sebesar 11,39 juta/mini straw dan 5,10125 juta/mini straw. Kesimpulan penelitian bahwa Kualitas post thawing semen beku non sexing lebih tinggi daripada semen beku sexing menggunakan metode SGDP baik secara makroskopis maupun mikroskopis.


Keywords


Sexing, post thawing motility, konsentrasi dan spermatozoa

Full Text:


DOWNLOAD PDF

References


Aji, R., Panjono, Agus, A., Widyobroto, B. P., Hartatik, T., Budisatria, I. G. S., Bintara. (2017). Kinerja reproduksi sapi betina sumba ongole yang di inseminasi dengan semen beku sapi jantan belgian blue. Buletin Peternakan, 41(4), 379–384.

Berg, G., Zachow, C., Lottmann, J., Gotz, M., Costa, R., & Smalla, K. (2005). Impact of plant species and site on rhizosphere-associated fungi antagonistic to verticillium dahliae kleb. Applied and Environmental Microbiology, 71(8), 4203–4213. https://doi.org/10.1128/AEM.71.8.4203-4213.2005

Fraser, L., Strzeżek, J., & Kordan, W. (2014). Post-thaw sperm characteristics following long-term storage of boar semen in liquid nitrogen. Animal Reproduction Science, 147(3–4), 119–127. https://doi.org/10.1016/j.anireprosci.2014.04.010

Hasan Al Aslam, S. K., Dasrul, & Rosmaidar. (2014). Pengaruh penambahan vitamin C dalam pengencer andromed® terhadap persentase motilitas dan membran plasma utuh spermatozoa sapi aceh setelah pembekuan. Medika Veterinaria, 8(1), 20–26.

Khalil, W. A., El-Harairy, M. A., Zeidan, A. E., Hassan, M. A., & Mohey-Elsaeed, O. (2018). Evaluation of bull spermatozoa during and after cryopreservation: Structural and ultrastructural insights. International Journal of Veterinary Science and Medicine, 6, S49–S56. https://doi.org/10.1016/J.IJVSM.2017.11.001

Rumende, R. H. R., Kalim, H., Aris Widodo, M., & Sasmito Djati, M. (2007). Peningkatan kualitas spermatozoa pada proses pemisahan spermatozoa dengan sentrifugasi gradien densitas percoll melalui pemberian fosfolipid. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 23(2), 71–81. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2007.023.02.3

Sholihati, N., Idi, R., Rasad, S. D., Rizal, M., & Fitriati, M. (2008). Kualitas spermatozoa cauda epididimis sapi peranakan ongole (PO) dalam pengencer susu, tris dan sitrat kuning telur pada penyimpanan 4-50C. Animal Production, 10(1), 22–29.

Sianturi, R. G., Situmorang, P., Triwulaningsih, E., & Kusumaningrum, D. A. (2004). Pengaruh isobutil metilixantina (IMX) dan Waktu pemisahan terhadap kualitas dan efektifitas pemisahan spermatozoa dengan metode kolom albumin putih telur. Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner, 9, 246–251.

Susilawati, T., Kusumawati, E. D., Isnaini, N., Yekti, A. P. A., Sudarwati, H., & Ridhowi, A. (2017). The effect of sexing process by using density gradient centrifugation percoll and frozen method to sperm motility and membrane damage of ongole crossbred bull. Asian Jr.of Microbiol.Biotech.Env.Sc, 19(1), 189–199. https://doi.org/10.2991/icoh-17.2018.44

Susilawati, T., Rahayu, S., Udrayana, S., Sudarwati, H., & Nugroho, E. (2014). Effect of different centrifugation duration on simmental bull sperm qualityand membrane status after sexing, cooling and freezing processes. Journal of Sustainable Agriculture, 8(7), 28–34.

Utomo, S., & Boquifai, E. (210AD). Pengaruh temperatur dan lama thawing terhadap kualitas spermatozoa sapi dalam penyimpanan straw beku. Sains Peternakan, 8(1), 22–25.

Yulnawati, & Setiadi, M. A. (2005). Motilitas dan keutuhan plasma spermatozoa epididimis kucing selama penyimpanan pada suhu 40C. Media Kedokteran Hewan, 21(3), 100–104.



Publication ID
DOI https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2019.020.01.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.