Karakteristik Antimikroba Bakteri Asam Laktat Susu Kuda Sumba Terhadap Bakteri Salmonella Typhimurium

Annytha Detha, Maria Grasia Jo, Nancy Foeh, Nemay Ndaong, Frans Umbu Datta

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas antimikroba dari bakteri asam laktat yang diisolasi dari susu sumba terhadap bakteri patogen Salmonella Typhimurium; dan membandingkan penghambatan bakteri asam laktat dalam bentuk filtrat dan non-filtrat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana. Pembuatan Filtrat Bakteri Asam Laktat dan Bakteri non-Filtrat dari asam laktat utuh adalah bakteri asam laktat yang non-filtrat, sedangkan filtrat bakteri asam laktat melewati proses centrifuge dari MRS Broth dan dituangkan ke dalam tabung reaksi dan disentrifugasi pada 3000 rpm untuk 30 menit untuk memisahkan supernatan dari endapan. Berdasarkan data, diameter zona hambat filtrat bakteri asam laktat dalam metode sumur menunjukkan hasil 12,2±2,1 mm Diameter zona hambat bakteri asam laktat non-filtrat dalam metode sumur menunjukkan hasil 13,3±0,1 mm. Berdasarkan perbandingan, bakteri asam laktat menggunakan metode sumur non filtrat memiliki zona hambat yang lebih rendah daripada metode sumur non filtrat. Bakteri asam laktat memiliki kategori kekuatan antimikroba yang kuat terhadap bakteri Salmonella Typhimurium dan diameter zona hambat optimal bakteri asam laktat dalam bentuk non-filtrat lebih besar daripada diameter zona hambat optimal bakteri asam laktat dalam bentuk filtrat.


Keywords


Antimikroba, susu kuda sumba, bakteri asam laktat, salmonellosis

Full Text:


DOWNLOAD PDF

References


Antarini, A. A. (2011). Sinbiotik antara prebiotik dan probiotik. Jurnal Ilmu Gizi, 2(2), 148–155.

Bottazi, V. (1983). Other Fermented Dairy Product. In Biotechnology: Food and Feed Production with Microorganisme. Verlag Chemie.

Budiman, B., Hamzah, F., & Johan, V. (2017). Aktivitas antimikroba lactobacillus plantarum 1 yang diisolasi dari industri pengolahan pati sagu terhadap bakteri patogen escherichia coli FNCC-19 dan staphylococcus aureus FNCC-15. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 4(2), 1–12.

Detha, A. I., Sudarwanto, M., Latif, H., & Datta, F. (2015). Komposisi kimiawi dan fraksinasi protein susu kuda Sumba. Jurnal Veteriner, 15(4), 506–514.

Detha, A., Sudarwanto, M., Latif, H., Datta, F. U., & Rahayu, P. (2013). Fractionation and identification antimicrobial activity of Sumba mare milk protein against causative agent of subclinical mastitis. Global Veterinaria, 11(5), 674–680. https://doi.org/10.5829/idosi.gv.2013.11.5.76210

Hardiningsih, R., Napitupulu, R. N. R., & Yulinery, T. (2006). Isolasi dan uji resistensi beberapa isolat lactobacillus pada pH rendah. Jurnal Biodiversitas, 7(1), 15–17.

Kusmiati, & Malik, A. (2002). Aktivitas bakteriosin dari bakteri leuconostoc mesenteroides Pbac1 pada berbagai media. Makara Kesehatan, 6(1), 1–7.

Mcfarland Standards. (2012). Pro-LabDiagnostics.

Mirdalisa, C. A., Zakaria, Y., & Nurliana, N. (2016). Efek suhu dan masa simpan terhadap aktivitas antimikroba susu fermentasi dengan lactobacillus casei. Jurnal Agripet, 16(1), 49–55. https:// doi.org/10.17969/agripet.v16i1.3639

Morales, G., Sierra, P., Mancilla, A., Paredes, A., Loyola, L. A., Gallardo, O., & Borquez, J. (2003). Secondary metabolites from four medicinal plants from northern chile: antimicrobial activity and biotoxicity against Artemia salina. Journal of the Chilean Chemical Society, 48(2), 13–18. https://doi.org/ 10.4067/S0717-97072003000200002

Naveed, A., & Ahmed, Z. (2016). Treatment of typhoid fever in children: comparison of efficacy of ciprofloxacin with ceftriaxone. European Scientific Journal, ESJ, 12(6), 346–355. https:// doi.org/10.19044/esj.2016.v12n6p346

Nelintong, N., Isnaeni, & Nasution, N. E. (2015). Aktivitas antibakteri susu probiotik lactobacilli terhadap bakteri penyebab diare (Escherichia coli, Salmonella typhimurium, Vibrio cholerae). Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 2(1), 25–30.

Nur, F., Hafsan, H., & Wahdiniar, A. (2015). Isolasi bakteri asam laktat berpotensi probiotik pada dangke, makanan tradisional dari susu kerbau di Curio Kabupaten Enrekang. Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi, 3(1), 60–65. https://doi.org/10.24252/bio.v3i1.568

Putri Andini Rahmah, R., Bahar, M., & Harjono, Y. (2017). Uji daya hambat filtrat zat metabolit lactobacillus plantarum terhadap pertumbuhan shigella dysenteriae secara in vitro. Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi, 5(1), 34–41. https://doi.org/10.24252/bio.v5i 1.3431

Ravindran, L., Manjunath, N., Darshan, R. P., & Manuel, S. G. A. (2016). In vitro study analysis of antimicrobial properties of lactic acid bacteria against pathogens. Journal of Bio Innovation, 5(2), 262–269.

Riadi, S., Situmeang, S. M., & Musthari, M. (2017). Isolasi dan uji aktivitas antimikroba bakteri asam laktat (BAL) dari yoghurt dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherichia coli dan salmonella typhi. Jurnal Biosains, 3(3), 144–152. https://doi.org/10.24114 /jbio.v3i3.8302

Salmine, S., Wright, A., & Ouwehand, A. (2004). Lactic Acid Bacteria: Microbiology and Functional Aspects (3rd ed.). Marcel Dekker, Inc.

Santoso, B., Maunatin, A., & Bt, H. (2013). Isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat asal rumput raja (pennisetum purpureophoides) sebagai kandidat probiotik pada ternak. Jitv, 18(2), 131–137.

Sari, R., Deslianri, L., & Apridamayanti, P. (2016). Skrining aktivitas antibakteri bakteriosin dari minuman ce hun tiau. Pharmaceutical Sciences and Research, 3(2), 88–96. https://doi. org/10.7454/psr.v3i2.3272

Setianingsih, S. (2010). Kajian Senyawa Antimikroba Bakteri Asam Lakat Homofermentatif Isolat ASI. Institut Pertanian Bogor.

Suciati, P., Tjahjaningsih, W., Dewi Masithah, E., & Pramono, H. (2019). Aktivitas enzimatis isolat bakteri asam laktat dari saluran pencernaan kepiting bakau (scylla spp.) sebagai kandidat probiotik. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 8(2), 94–108. https://doi.org/10.20473 /jipk.v8i2.11182

Sujaya, N., Ramona, Y., Widarini, N. P., Suariani, N. P., Dwipayanti, N. M. U., Nocianitri, K. A., & Nursini, N. W. (2008). Isolasi dan karakteristik bakteri asam laktat dari susu kuda Sumbawa. Jurnal Veteriner, 9(2), 1–10.

Sumarsih, S., Yudiarti, C., Utamar, E., Rahayu, & Harmayani. (2009). Isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat pada caecum ayam daging. Jurnal Kesehatan, 2(1), 1–5.

Urnemi, U., Syukur, S., Purwati, E., Ibrahim, S., & Jamsari, J. (2016). Potensi bakteri asam laktat sebagai kandidat probiotik antimikroba patogen asal fermentasi kakao varietas criollo. Jurnal Riset Teknologi Industri, 6(12), 67–76. https://doi.org/10.26578/jrti.v6i12.1519

Widiyaningsih, E. N. (2011). Peran probiotik untuk kesehatan. Jurnal Kesehatan, 4(1), 14–20.

Zuhriansyah, Mustofa, I., & Narumi, H. E. (2019). Deteksi pencemaran bakteri salmonella sp. pada udang putih (penaeus merguiensis) segar di pasar tradisional Kotamadya Surabaya. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 1(1), 87–91. https://doi.org/10.20473/ jipk.v1i1.11703



Publication ID
DOI https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.